Cirebon- Lomba Piusi Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019; Hari Selasa Tanggal 16 April 2019 Bertempat Di...
Cirebon- Lomba Piusi Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019; Hari Selasa Tanggal 16 April 2019 Bertempat Di Gedung SBN Telah Dilaksanakan Lomba Puisi Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019. Salah Satu Dari Sekian Jurusan Di Lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Yaitu Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menampilkan Nurulita Dengan Judul Puisinya “Kartini Day” Dan Puisi “Maju” Sedangkan Nur Amalia Farhana Dengan Judul “Kartini Day” Dan “Gerilya”
Lomba Piusi Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019; Judul Puisi “Kartini Day “ Agar Mengingat Apa Yang Kartini Perjuangkan Kala Itu Dimasanya Adalah Dimana Kaum Wanita Begitu Tertinggal Dibandingkan Apa Yang Didapat Oleh Kaum Pria Sehingga Ia Mempelopori Para Wanita Agar Mendapatkan Hak Yang Setara Dengan Kaum Pria Dapatkan Khususnya Hak Mendapatkan Pendidikan. Kiranya Sudah Berpuluh-Puluh Tahun Lewat Apa Yang Kartini Dahulu Perjuangkan Bisa Kita Bersama Lihat Bahwa Kaum Wanita Saat Ini Berkembang Menjadi Sosok Maupun Figur Yang Tidak Lagi Dianggap Sebelah Mata, Kaum Wanita Saat Ini Menunjukkan Bahwa Kemampuan Kaum Mereka Miliki Tidaklah Kalah Dan Mampu Bersaing Dengan Para Kaum Pria.
Lomba Piusi Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019;Raden Ajeng Kartini Sendiri Adalah Pahlawan Yang Mengambil Tempat Tersendiri Di Hati Kita Dengan Segala Cita-Cita, Tekad, Dan Perbuatannya. Ide-Ide Besarnya Telah Mampu Menggerakkan Dan Mengilhami Perjuangan Kaumnya Dari Kebodohan Yang Tidak Disadari Pada Masa Lalu. Dengan Keberanian Dan Pengorbanan Yang Tulus, Dia Mampu Menggugah Kaumnya Dari Belenggu Diskriminasi. Bagi Wanita Sendiri, Dengan Upaya Awalnya Itu Kini Kaum Wanita Di Negeri Ini Telah Menikmati Apa Yang Disebut Persamaan Hak Tersebut. Perjuangan Memang Belum Berakhir, Di Era Globalisasi Ini Masih Banyak Dirasakan Penindasan Dan Perlakuan Tidak Adil Terhadap Perempuan.
Hari Kartini Dianggap Sebagai Simbol Perjuangan Perempuan Karena Sosok Kartini Dikenal Sebagai Perempuan Yang Lantang Memperjuangkan Kesetaraan Derajat Antara Lelaki Dan Perempuan Di Tanah Air.
Lomba Piusi Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019; Judul Puisi “Maju” Puisi Ini Menegaskan SEMANGAT Yang Besar (Maju) Dari Judulnya. Hidup Ini Hanya Sekali, Buatlah Yang Berarti (Sekali Berarti). Semua Orang Akan Mati, Jika Diliat Dari (Sudah Itu Mati).
Sekali Berarti
Sudah Itu Mati.
Cinta Tanah Air, Memperjuangkan Kemerdekaan (Bagimu Negri) , Semangat Yang Tak Pernah Putus (Meyediakan Api).
Bagimu Negeri
Menyediakan Api.
Baris Tersebut Memberikan Makna Dan Arti Yang Mendalam Jika Kita Memaknai Dan Merasakanya, Dan Dapat Kita Pahami.
MAJU
Oleh : Chairil Anwar
Ini Barisan Tak Bergenderang-Berpalu
Kepercayaan Tanda Menyerbu.
Sekali Berarti
Sudah Itu Mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan Api.
Punah Di Atas Menghamba
Binasa Di Atas Ditindas
Sesungguhnya Jalan Ajal Baru Tercapai
Jika Hidup Harus Merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Lomba Piusi Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019; Judul Puisi “Gerilya” Terkandung Kepahlawanan Dan Kehidupan Seseorang Yang Penuh Dengan Penderitaan.
GERILYA
Oleh : W.S. Rendra
Tubuh Biru
Tatapan Mata Biru
Lelaki Berguling Di Jalan
Angin Tergantung
Terkecap Pahitnya Tembakau
Bendungan Keluh Dan Bencana
Tubuh Biru
Tatapan Mata Biru
Lelaki Berguling Dijalan
Dengan Tujuh Lubang Pelor
Diketuk Gerbang Langit
Dan Menyala Mentari Muda
Melepas Kesumatnya
Gadis Berjalan Di Subuh Merah
Dengan Sayur-Mayur Di Punggung
Melihatnya Pertama
Ia Beri Jeritan Manis
Dan Duka Daun Wortel
Tubuh Biru
Tatapan Mata Biru
Lelaki Berguling Dijalan
[caption id="attachment_1288" align="alignleft" width="225"]
Penampilan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Nurulita Semester II Dengan Judul Puisinya “Kartini Day” Dan Puisi “Maju” Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019.[/caption]
[caption id="attachment_1289" align="alignleft" width="225"]
Penampilan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Nur Amalia Farhana Semester II Dengan Judul “Kartini Day” Dan “Gerilya” Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019.[/caption]
Penampilan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Nurulita Semester II Dengan Judul Puisinya “Kartini Day” Dan Puisi “Maju” Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019.[/caption]
[caption id="attachment_1289" align="alignleft" width="225"]
Penampilan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Nur Amalia Farhana Semester II Dengan Judul “Kartini Day” Dan “Gerilya” Dalam Kegiatan Festival Seni, Budaya Dan Keilmuan (FSBK) Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2019.[/caption]
Bagikan Artikel: